Google Chrome (Foto:  Mashable India)
Google Chrome (Foto: Mashable India)

Mesin pencarian Google Chrome kerap digunakan oleh masyarakat.  Namun, kini muncul kabar bahwa 32 pengguna Google Chrome harus waspada.

Hal itu lantaran Google Chrome terancam diserang virus jahat spyware karena men-download ekstensi palsu.  

Baca Juga : Fakta-fakta dan Keistimewaan Uang Koin 1000 Kelapa Sawit hingga Dijual Ratusan Juta

Dilansir melalui CNN Internasional, berdasarkan laporan lembaga Cybersecurity Awake Security, paling tidak terdapat 111 ekstensi Google Chrome palsu yang bereda di internet.  Ekstensi tersebut telah di-download oleh 32 juta pengguna.  

Perlu diketahui ekstensi palsu itu bisa memiliki kemampuan mengambil tangkapan layar, mencuri login kredensial, dan mencuri password saat mengetik.   Selain itu,  memungkinkan pengguna untuk menambah fitur dan kemampuan browser mereka.  

"Para aktor di balik ekstensi ini telah membuat jejak nyata di hampir setiap jaringan," ujar Awake Security.

Terkait hal ini, pihak Google pun langsung memberikan konfirmasi.  Pihak Google mengatakankan  bahwa ekstensi palsu itu kini telah dihapus.  

Baca Juga : Bermunculan Penyuplai Sembako BPNT Bodong di Tulungagung

Kendati demikian, masih berbahaya jika masih terpasang di perangkat laptop atau komputer.  "Kami menghargai kerja dari komunitas riset dan ketika kami diperingatkan akan ekstensi yang melanggar aturan kami, kami langsung bertindak dan menggunakan insiden ini sebagai latihan untuk meningkatkan analisis otomatis dan manual kami," terang jubir Google Scott Westover.

Lebih lanjut, Scott Westover menjelaskan bahwa pihaknya akan terus memantau ekstensi palsu tersebut. "Kami secara reguler memantau mencari ekstensi yang menggunakan teknik, kode dan perilaku serupa, dan menghapus ekstensi tersebut jika mereka melanggar kebijakan kami," sambungnya.