Ilustrasi penjagaan di luar stadion. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi penjagaan di luar stadion. (Foto: Istimewa)

Pertandingan semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 antara Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya akan digelar tanpa penonton di Stadion Gelora Soeprijadi, Blitar Selasa (18/2/2020) depan. Meski demikian, pertandingan itu akan tetap di back up kurang lebih 600 personel keamanan dari TNI dan Polri. 

Pengamanan itu dilakukan terutama untuk mengantisipasi kejadian di luar stadion. Pasalnya, kedua tim diketahui memiliki fans atau suporter fanatik yang dikhawatirkan tetap mendatangi stadion.

Pertandingan bertensi tinggi akan tersaji antara Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya. Tapi saat ini bukan pertandingannya yang dikhawatirkan, tapi tentang suporter kedua tim yang sejak era 90an lalu memiliki hubungan yang kurang harmonis.

Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, panpel lokal penyelenggara pertandingan yakni PSSI Askot Blitar telah berkoordinasi dengan Polresta Blitar untuk membahas teknis pengamanan yang akan dilakukan di Stadion Gelora Soeprijadi. Karena bukan tidak mungkin, kedua suporter akan bertemu di markas PSBK Blitar itu.

Ketua Umum PSSI Askot Blitar Yudi Meira mengatakan bahwa hasil rapat mengerucut pada keamanan di Stadion Gelora Soeprijadi dengan menempatkan 500 hingga 600 personel TNI dan Polri.

"Panpel siap menggelar dengan minta bantuan keamanan dari Polda Jawa Timur, Polres Blitar, Polres Malang dan sekitarnya untuk mengantisipasi di luar stadion khususnya wilayah Kota Blitar," ujar Yudi Meira.

"Sementara untuk mengantisipasi kejadian di luar stadion, akan ada kurang lebih 500 sampai 600 personel TNI dan Polri. Nantinya akan dibagi di sekitar stadion," imbuhnya.

Meski telah menyiapkan personel keamanan, Yudi Meira menghimbau kepada kedua suporter agar memberikan support kepada tim kesayangannya melalui layar kaca. Hal itu untuk menjaga kondusivitas Kota Blitar sebagai venue pertandingan.

"Imbauan kami, suporter kedua tim baik Aremania maupun Bonek, sementara waktu tidak datang ke Blitar. Cukup nobar atau melihat lewat TV di kediamannya masing-masing," harapnya.