Ratusan buruh yang tergabung dalam Sarbumusi saat aksi di depan Pendopo Pemkab Jember (foto: Moh. Ali Makrus/ JatimTIMES)
Ratusan buruh yang tergabung dalam Sarbumusi saat aksi di depan Pendopo Pemkab Jember (foto: Moh. Ali Makrus/ JatimTIMES)

Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) cabang Jember, Selasa (12/2/2020) menggelar aksi demo di depan Pendopo Pemkab Jember.

Para aktivis buruh menggelar aksi untuk menentang Omnibus Law yang pembahasannya tidak melibatkan buruh.

“Kami menentang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, karena merugikan pekerja, Omnibus Law hanya menguntungkan pengusaha dan tidak berpihak kepada buruh,” teriak M. Faruq ketua Sarbumusi Jember yang memimpin aksi.

Selain menentang Draft UU Omnibus Law yang hari ini diserahkan ke DPR RI, peserta aksi juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Jember untuk berpihak kepada buruh, dimana ada perusahaan di Jember yang sampai saat ini bertindak sewenang-wenang dalam memecat karyawannya, tanpa memenuhi hak-hak karyawan.

Tidak hanya itu, ada beberapa perusahaan di Jember yang sampai saat ini perizinannya tidak lengkap. 

“Kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Jember dalam hal ini Bupati Faida, untuk menutup perusahaan tersebut sampai proses izinnya selesai, perusahaan tersebut juga sudah semena-mena dalam memperlakukan pekerja, mohon sekiranya bupati meninjau ulang izinnya, agar Jember kondusif,” ujar salah satu perwakilan Sarbumusi saat ditemui Bupati Jember dr. Faida MMR yang juga didampingi Kapolres Jember AKBP. Alfian Nurrizal.

Selain menggelar orasi, peserta aksi juga melakukan teatrikal di depan bupati dan Kapolres Jember, dimana dalam teatrikal tersebut, menggambarkan jika Draft Omnibus Law benar-benar disahkan, maka nasib buruh akan terjajah oleh pengusaha.

Bupati Jember dr. Faida MMR, kepada kaum buruh berjanji, akan melihat update perusahaan yang dimaksud oleh perwakilan buruh, jika memang apa yang disampaikan oleh buruh benar adanya, tentu pihaknya akan melakukan tindakan.

“Saya mengapresiasi apa yang disampaikan Sarbumusi, terlebih dalam penyampaian aspirasi, Sarbumusi tetap tertib dan tidak anarkhis, mengenai perusahaan yang disampaikan oleh Sarbumusi, akan kami pelajari dan update bersama dengan bapak Kapolres, kalau memang izinnya belum diurus, tentu kami akan melakukan tindakan terhadap perusahaan tersebut,” tegas Bupati Jember dr. Faida MMR.

Sementara Kapolres Jember AKBP. Alfian Nurrizal, kepada peserta aksi menyampaikan agar persoalan perusahaan yang dinilai tidak dilengkapi izin, para buruh menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkab dan aparat dengan tidak melakukan tindakan sendiri.

“Mengenai laporan dari rekan-rekan buruh tentang adanya perusahaan yang dianggap melanggar aturan, serahkan kepada Pemkab, jangan main hakim sendiri, karena akan berhadapan dengan hukum, biarkan aturan berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Kapolres Jember.

Usai menggelar aksi di depan pendopo, ratusan buruh dengan mengendarai roda dua dan roda empat, meneruskan aksinya di Gedung DPRD Jember. (*)