Ketua DPP Paveti Wijayanti Andadari saat melantik dan mengukuhkan pengurus DPC Paveti Jember (foto : Moh. Ali Makrus / JatimTIMES)

Ketua DPP Paveti Wijayanti Andadari saat melantik dan mengukuhkan pengurus DPC Paveti Jember (foto : Moh. Ali Makrus / JatimTIMES)



Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Paramedik Veteriner Indonesia (Paveti) melantik pengurus DPC Paveti tiga kabupaten, diantaranya Jember, Lumajang dan Situbondo, Senin (9/9/2019) di Rumah Makan Pangestu Perumahan Gunung Batu Jember.

Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPP Paveti Wijayanti Andadari SE. Selain dihadiri oleh pengurus DPC tiga kabupaten, juga dihadiri wakil Veteriner dari Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Probolinggo.

“Hari ini kita lantik pengurus DPC Paveti dari tiga kabupaten yakni Jember, Lumajang dan Situbondo, juga dihadiri perwakilan dari 3 kabupaten lainnya, yakni Banyuwangi, Bondowoso dan Probolinggo, ketiga perwakilan ini hadir, karena belum ada pengurusnya, sehingga saat ini masih bergabung dengan DPC yang terdekat,” ujar Andadari kepada wartawan.

Andadari mengatakan, bahwa dengan dilantiknya pengurus DPC Paveti ini, diharapkan kehadirannya bisa membantu pemerintah dalam mewujudkan swasembada ternak, karena selama ini tidak banyak orang yang tahu Veteriner (mantri hewan) ini kehadirannya di tengah masyarakat sangat membantu.

“Masyarakat selama ini hanya tahu kalau hewan sakit, diperiksakan ke dokter hewan, itupun kebanyakan adalah hewan-hewan piaraan atau pet, sedangkan hewan-hewan ternak, hanya dibawa ke dokter hewan ketika hewannya sakit, padahal para Veteriner atau mantri hewan itu banyak sekali profesi yang dibagi,” beber Andadari.

Andadari menjelaskan, di tengah masyarakat saat ini, peternak cenderung asal membawa hewan ternaknya ketika sakit ke Mantri hewan (Veteriner) padahal, selain itu keberadaan Veteriner sangat membantu, diantaranya meningkatkan swasembada ternak maupun daging.

“Ada Veteriner ATR, yaitu Asisten Teknis Reproduksi, ada Veteriner KB yang menangani Kebuntingan, dan Veteriner IB yaitu Inseminasi Buatan, ini yang selama ini belum diketahui oleh masyarakat,” ujarnya. (*)

 


End of content

No more pages to load