H Abdus Salam saat mengambil formulir bacabup di kantor DPC PDI Perjuangan Jember. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

H Abdus Salam saat mengambil formulir bacabup di kantor DPC PDI Perjuangan Jember. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)



Penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupatir (bacabup-bacawabup) Jember yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan menarik minat banyak orang. Setidaknya memasuki hari kedua sejak dibukanya penjaringan, empat tokoh di Jember sudah mengambil formulir.

Mereka adalah Rasyid Zakaria (kepala BPBD Jember), Muhammad Anis (mantan ketua KPUD Jember), utusan dari  Eko Heru Sunarso (kepala Dinas Perpustakaan), dan H Abdus Salam (pengusaha properti asal Balung, Jember).

"Sampai hari ini sudah ada 4 orang yang mendaftar. Kemarin 1 orang dan hari ini 3 orang. Ada 1 orang yang mengambil formulir menggunakan kuasa utusan atas nama Eko Heru Sunarso. Sedangkan lainnya diambil sendiri," ujar Widarto, ketua tim 7 (tim penjaringangan cabup cawabup PDIP) Jumat (6/9/2019).

Widarto mengatakan, untuk pengambilan formulir, bacabup diperbolehkan diambilkan  orang lain. Namun untuk pengembalian formulir, yang bersangkutan sendiri yang mengembalikan.

“Memang untuk mengambil formulir, bacabup boleh diwakilkan asal ada surat kuasa. Tapi untuk pengembalian formulir, harus yang bersangkutan sendiri karena nanti akan kita minta komitmen dan beberapa persyaratan lainya,” ujar Widarto.

Sementara pendaftar keempat, H Abdus Salam, ketika ditanya mengenai pengambilan formulir bacabup di kantor DPC PDI Perjuangan Jember, mengatakan dirinya ikut mendaftar dan berkompetisi dalam Pilkada 2020 karena  merasa terpanggil untuk memajukan Jember.

“Saya melihat potensi Jember, baik SDA maupun SDM, sangat mumpuni untuk bisa maju. Saya yakin, dengan modal seperti itu, saya bisa membawa perubahan Kabupaten Jember lebih maju dari saat ini,” ujar Cak Salam, panggilan akrab pengusaha muda itu.

Ketika ditanya soal dirinya mendaftar sebagai bacabup lewat PDI Perjuangan, Cak Salam mengatakan, visi dan misi PDI Perjuangan seperti visi misi yang sejalan dengan dirinya, yang menurutnya sama-sama peduli wong cilik.

“Saya mendaftar lewat PDI P karena satu visi dan misi dengan saya, sama-sama peduli dengan wong cilik. Karena saya dulu juga orang yang tidak mampu, makanya saya tertarik untuk daftar lewat PDI P. Sedangkan dengan partai lain, saya juga sudah menjalin komunikasi. Yang jelas, semua pihak sudah kami ajak untuk komunikasi,” pungkas Cak Salam. 

 


End of content

No more pages to load